MEDIASIBERINDONESIA | Medan - Tiga mantan Presiden Mahasiswa dari perguruan tinggi di Sumatera Utara menggelar pertemuan silaturahmi di Seulawah Cafe, MMTC Pancing, Jalan Willem Iskandar, Medan Estate, Deli Serdang, Kamis (30/7). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membahas berbagai gagasan strategis bagi penguatan gerakan intelektual pemuda di Sumatera Utara.
Silaturahmi ini diawali atas inisiatif Muhammad Isa, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Tengku Amir Hamzah, yang menghubungi Iwan Lubis, mantan Presiden Mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED), serta Muhammad Mas'ud Silalahi, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Mahasiswa UIN Sumatera Utara.
Dalam suasana penuh keakraban, ketiganya mengenang masa-masa perjuangan sebagai aktivis kampus yang pernah menjadi motor penggerak dinamika organisasi kemahasiswaan. Berbagai pengalaman selama memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menjadi bahan refleksi sekaligus inspirasi untuk melahirkan langkah-langkah kolaboratif di masa mendatang.
Tak hanya bernostalgia, pertemuan tersebut juga menghasilkan sejumlah pembahasan strategis. Salah satu agenda yang menjadi perhatian bersama adalah menghidupkan kembali Eksponen BEM Sumatera Utara, sebuah wadah yang selama beberapa waktu terakhir tidak lagi aktif menjalankan perannya sebagai ruang komunikasi dan kolaborasi para alumni aktivis mahasiswa.
Menurut ketiganya, keberadaan Eksponen BEM Sumut dinilai penting untuk kembali diaktifkan dan dikelola secara profesional. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi tempat berhimpun, mempererat silaturahmi, serta membangun kolaborasi lintas kampus dalam melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu, Eksponen BEM Sumut juga diharapkan dapat menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata melalui pemikiran, tenaga, jaringan, maupun sumber daya yang dimiliki para alumninya demi mendukung pembangunan daerah serta kemajuan bangsa Indonesia.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kembali semangat persatuan di kalangan mantan aktivis mahasiswa, sekaligus memperkuat peran generasi intelektual muda dalam menjawab berbagai tantangan sosial, kebangsaan, dan pembangunan di masa depan.
(Redaksi)


0 Komentar